Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ucapan Kata-Kata Motivasi Hidup Untuk Diri Sendiri

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ucapan Kata-Kata Motivasi Hidup Untuk Diri Sendiri

Perkataan yang terbuat oleh mulut kita, tetap erat hubungannya dengan hati dan benak kita, perkataan yang keluar dari mulut kita, ialah cerminan gimana tata cara kita berpikir, dan gimana suasana hati kita, pada disaat menciptakan perkataan tersebut, karena perkataan, orang bisa dikagumi, karena perkataan pula, orang bisa dibenci, Perkataan, bukan cuma bisa mempengaruhi, image kita di mata orang lain, namun perkataan kita pula, bisa membenarkan semacam apa kita di masa yang hendak datang, perkataan kita itu semacam benih, 


kala kita mengucapkan perkataan tersebut, perkataan yang keluar tetap jadi tindakan, aksi hendak tetap jadi kebiasaan kerutinan hendak jadi karakter dan karakter hari- hari kita itulah yang membenarkan nasib kita, baik maupun buruk, jangan heran bila banyak orang bilang, disaat kita menciptakan perkataan tersebut, perkataan itu hendak jadi benih kehidupan dari apa yang kalian ucapkan dan terus kalian ucapkan masing- masing hari sampai lambat- laun perkataan tersebut, hendak jadi kehidupan Kalian disaat ini, dari perkataan yang keluar, tanpa sadar kalian lagi meramalkan masa depan anda bila perkataan yang keluar dari mulut Kalian tetap berkata, Alhamdulillah ya Allah buat hari ini, saya pasti bisa, saya pasti kuat,

"Saya pasti mampu".

Tuhan pasti bersama saya, perkataan itu bukan saja membuat hidup Anda jadi kuat dan positif namun percaya maupun tidak, dari perkataan tersebut Kalian lagi meramalkan kemenangan, di masa yang hendak datang, dan begitu pula sebaliknya, bila kalian tetap berkata:

"hidup saya ini tetap sial!".

Tidak ada satu orang pula yang mau bantu saya, pasti saya tidak bisa, saya ini lemah, saya ini tidak berdaya, saya tidak mampu hadapi segala,

"akhirnya apa yang terjalin?

Kalian hendak jadi lemah, kalian tidak bisa, tetap sial, dan tidak ada seorangpun yang bisa bantu Anda tanpa sadar kalian lagi meramalkan kekalahan anda di masa yang hendak datang apabila kalian menginginkan bunga mawar, Kalian harus menanam bunga mawar apabila kalian menginginkan buah rambutan, Kalian harus menanam buah rambutan, Kalian tidak hendak bisa mendapatkan buah rambutan, dengan menanam biji kaktus dengan kata lain, Kalian tidak hendak bisa mendapatkan kehidupan yang positif, namun kata yang keluar tetap negatif, Kalian tidak hendak bisa mendapatkan kemenangan, bila kalian tetap berdialog mengenai kekalahan, Kalian tidak bisa mendapatkan keberkahan yang melimpah, bila kalian tetap bicara, ini tidak hendak pernah cukup, Saya tidak hendak mampu Saya tidak dapat jadi mendapatkan itu, apabila kata yang keluar dari mulut Kalian tetap kurang baik, sampai kalian hendak mendapatkan kehidupan yang kurang baik juga, banyak orang tidak menyadari, jika masing- masing hari mereka lagi mengutuk diri mereka sendiri, melalui perkataan yang keluar dari mulut mereka

"Masing- masing kali kita berkata,

saya manusia yang tidak beruntung, Kalian lagi mengutuk diri kalian sendiri

"masing- masing kali kalian berkata

saya tidak hendak bisa semacam mereka, Saya tidak hendak bisa beli rumah, saya tidak hendak sanggup dengan beban pekerjaan ini

disaat itu kalian pula lagi mengutuk diri kalian sendiri,

Kita ini diciptakan Tuhan buat lahir di muka bumi ini, tetap ada maksud dari penciptaan kita masing- masing, masing- masing dari kita diciptakan bukan copy paste, pasti ada rencana, Jadi, berhentilah buat tetap mengutuk dirimu, dan masa depanmu, dengan kata yang kalian ucapkan Kadang, kita bukan kalah karena orang lain, namun kadang kita sudah kalah karena diri kita sendiri, musuh paling banyak dari sesuatu kebahagiaan dan kesuksesan, ialah diri kita sendiri kita ialah penentu masa depan kita 

kita ialah sutradara dari film biografi kita sendiri seluruhnya, kita yang menentukan jagalah kata yang keluar dari mulutmu, karena kata yang keluar dari mulutmu itu bukan cuma bisa mencerminkan siapa dirimu, namun kata itu bisa jadi cerminan

semacam apa kehidupanmu di masa yang hendak datang benak hendak mempengaruhi kata, kata hendak mempengaruhi aksi, aksi hendak mempengaruhi kerutinan, kerutinan hendak tingkatkan karakter, dan karakter lah yang hendak membuat nasibmu di masa yang hendak datang jadi nasib baik maupun nasib buruk.